Puberty?

Beberapa pekan lalu heboh sekali tentang #10yearschallenge. Ya karena aku anak yang lahir di tahun 1996, 10 tahun lalu berarti aku masih berusia 13 tahun yang merupakan fase pubertas, fase alay, fase norak yang dilewati setiap orang meski sampe sekarang kadang masih suka norak sih hehehe.
#10yearschallenge ini adalah tantangan yang membandingkan foto mereka di 10 tahun lalu dengan foto sekarang, diantaranya banyak perubahan yang terjadi. Pastinya, mereka yang ikutan challenge ini memilih foto mereka yang sekarang yang paling baguuuus banget, dan foto mereka yang 10 tahun yang buluuuk banget jadi keliatan kesenjangan perubahan kedunya, itulah yang sebenarnya yang ingin ditampilkan. Bukan masalah juga sih, ya karena begitulah tujuan #10yearschallenge, memperlihatkan perubahan yang dialami selama 10 tahun belakangan. Hastag ini bisa dijumpai dimana saja terutama di instagram, twitter, dan facebook . Kulihat beberapa teman-temanku yang mengikuti challenge ini mereka berubah banget secara penampilan sampe bergumam,”Wagelaseeeeeh puberty goal banget nih”. Sementara aku memandangik diriku di cermin, 10 tahun berlalu penampilanku masih aja buluk, daguku yang panjang bahkan hilang ketimbun lemak di pipi, lengan makin besar, jerawat-jerawat cinta bermekaran, minus mata yang makin tahun makin nambah. Ibarat kalo aku jadi tokoh di sebuah novel, aku tuh cupu abis. Sama sekali nggak minder sih, aku tetap percaya diri meski kadang ada saatnya minder hehe. Aku mulai ga percaya diri saat naik turun tanjakan yang tak seberapa, tapi nafasku ngap-ngap-an dan pengen pingsan, disitu aku pengen diet untuk hidup yang lebih sehat :D
Berhubung dengan #10yearschallenge, aku mau cerita sedikit mengenai pengalaman pubertasku yang cukup seru wkwkwkwk :P
Jadi ceritanya hari itu hari Jumat, aku masih kelas lima SD di pinggiran kota. Nggak usah dijelasin lah ya pinggirnya dimana, pokoknya pinggir. Tak jarang sekolahku disebut sekolah tong sampah karena saat itu sekolahku memang persis di sebelah tong sampah besar *abaikan*.
Sumber : Pinterest

Pada 10 Februari 2007, di pagi menjelang siang itu sedang berlangsung pelajaran kesenian di kelas. Kalo udah pelajaran ini, di kelas pada santai karena hanya menggambar sesuka hati kita. Jadi kelas saat itu riuh, ditambah ditinggal guru yang pergi ke ruangannya saat pelajaran berlangsung. Pelajaran kesenian merupakan favoritku, tapi saat itu aku tak berselera untuk menggambar apapun. Aku merasakan sakit pinggang yang sangat hebat yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Sakit pinggangnya menjalar hingga paha dan perut pokoknya aku cuma duduk di bangku ga bisa ngapa-ngapain. Aku cukup dikenal bawel kalo di kelas, jadi teman-teman heran melihatku yang diam dengan muka meringis di bangku. Teman-temanku mengerubungiku, udah kayak lalat aja pokoknya. Mereka bertanya ada apa denganku. Aku pun berkata bahwa aku sakit pinggang. Selanjutnya, ntah karena iseng, berempati, atau biar seluruh isi kelas tahu kalo aku sedang sakit pinggang, salah satu temanku menulis “ANITA SAKIT PINGGANG” dengan tulisan yang cukup besar di papan tulis. Setelah mereka heboh menanyaiku, guru yang mengajar mata pelajaran kesenian masuk ke kelas yang membuat semua teman-temanku duduk ke bangku mereka masing-masing. Saat masuk, bu guru melihat tulisan di papan tulis dan langsung menghampiriku. Tanpa disuruh, teman-teman mengerubungiku lagi, mereka kepo sekali apa yang terjadi padaku. Hingga pada akhirnya, terjadilah percakapan yang cukup memalukan bagiku saat itu.
“Anita kenapa?”, tanya bu guru.
“Sakit pinggang bu. Sakit banget, perut sama paha juga”, kataku sambil meringis.
“Kamu sebelumnya udah pernah haid belom?”, tanya ibu lagi.
“Belom bu”, aku menjawabnya sambil nunduk menahan malu.
“Nah, rasanya ini pertama kali kamu datang bulan”, kata ibu lagi yang diikuti sorak sorai dari anak-anak cowok. Aku semakin tertunduk, malu dan takut menjadi satu. Sumpah saat itu aku malu bangeeeeeet! Ya namanya juga menstruasi pertama, diketahui oleh seisi kelas apalagi disorak-sorakin sama anak cowok ya malu bangetlah, triple kill!!!
Sumber : Pinterest

Setelah itu, jam kepulangan terasa lama dan seperti biasa aku dijemput lama juga. Aku cepat-cepat ingin sampai ke rumah, memberitahu pada mama dan kaka katas apa yang terjadi, aku takut banget. Ya namanya anak SD ya hahahaha apalagi di saat itu belom ada satupun dari teman-temanku yang perempuan mengalami menstruasi. Aku mengalaminya lebih awal karena badanku besar (ya emang dari dulu gede, jangan pada protes!), katanya aku lebih cepat subur daripada teman-teman. Subur? Tanaman kali ah.
Sampai di rumah kuceritakan pada kakakku, ia memberiku sebuah pembalut sambil tertawa melihatku yang menangis ketakutan, kurang ajar memang -_- Berkali-kali aku memastikan, ini memang hari pertama menstruasiku. Rasanya kacau, pengen mengurung diri di kamar terus-terusan. Trus mama dan ayah datang, ya ngasih nasihat-nasihatnya, banyak dan Panjang. Nah yang kuingat, ayah dan mama berkata bahwa aku sekarang sudah dewasa, sudah menanggung dosa sendiri. Solat lima waktu jangan pernah tinggal, harus pandai merawat dan menjaga diri. Pilih pergaulan yang baik, karena kalua salah-salah bergaul katanya aku bisa hamil padahal pun saat itu aku takt ahu bagaimana proses seseorang bisa hamil. Aku rasa pubertasku terjadi terlalu cepat, aku masih ingin menikmati masa anak-anak tanpa dosa hehehe.
Setelah hari itu, beberapa teman-temanku yang cewek-cewek menanyaiku, aku benaran dapat menstruasi atau nggak. Ih, nggak penting banget dah nanya beginian! Dulu, bahas ini masih tabu banget, ditutup-tutupi kaya aib. Beberapa bulan setelah kejadian itu, aku pernah menyesali diri mengapa terlahir menjadi seorang perempuan yang mesti ribet tiap bulan menstruasi, meski punya budget lebih buat beli BH, dan segala keribetan-keribetan yang aku pikirkan saat itu. Maafkan hamba Ya Allah, hamba bodoh dan kufur nikmat T.T
Buat informasi aja ya gengs meskipun udah pada tau sih kayaknya, pra menstruasi dan menstuasi hari pertama atau kedua itu sakit banget, walau emang ga semua perempuan menalami kesakitan ini. Namun sebagian besar, termasuk aku mengalaminya. Sakit pinggang, perut, kaki kram sampe ke tumit ini kurasakan, waktu itu pernah hamper pingsan karena hari pertama menstruasi bersamaan dengan datangnya diare! Lemes bangeeeet. Ditambah perubahan mood cewek kalo lagi PMS, itu pengennya marah atau nangis gitu, kadang senangnya meluap-luap karena pengaruh hormon. Sampe sekarang aja aku masih suka ngga bisa kontrol perasaan dan emosi kalo lagi PMS. Bahkan, kadang aku bisa melakukan hal-hal yang bodoh banget! (Kayaknya ini bukan pengaruh dari PMS ya? Wkwk :P)
Teman-teman khususnya kaum cowok, rasa sakit menstruasi itu sakiiiiiiiiit banget. Mungkin beberapa dari cowok-cowok berkata,”Kalian nggak pernah ngerasain tit*t kejepit resleting kan?”. Yaiyalah, itu karena keteledoran pribadi, kok bisa sampai kejepit. Tapi nggak tiap bulan kan? Hehehe. Beda dengan menstruasi, bagi perempuan yang memiliki siklus menstruasi normal, mereka mengalaminya setiap bulan dan merasakan sakitnya setiap bulan juga, kalo kata Kak Ros, kakaknya Upin Ipin bilang, “Perempuan itu istimeweeee”. Yah begitulah :D Waktu itu aku bahkan pernah dengar dari mulut cowok sendiri, ia berkata,”Cowok enak ya pubertasnya mimpi basah, kalo cewek nggak enak, sakit tiap bulan”. Nah! Ya meski mimpi basah dan menstruasi bukanlah satu-satunya ciri-ciri pubertas, tapi mereka merupakan ciri-ciri primer pubertas pada laki-laki dan perempuan. Eh ya ampun apa banget sih, berasa nulis skripsi dah, soalnya kemarin skripsiku tentang pubertas hihihi. Menstruasi itu sakit, namun sakitnya menjelang melahirkan 10x lipat daripada sakitnya menstruasi! Duh, jadi jangan suka nyakitin para wanita ya gengs, apalagi ibumu! :’)
            Jadi kesimpulannya apa yah, ini tulisannya sangat tidak terstruktur -_- Intinya, jangan hanya penampilan yang berubah menjadi lebih baik, namun perilaku dan pemikiran juga *menampar diri sendiri* Buat yang lagi memasuki masa pubertas, selamat mengalami masa transisi menuju kedewasaan! Berpikirlah sebelum bertindak. Buat yang punya ponakan, sepupu, adek, anak, atau siapapun yang akan menggalami pubertas, jangan lupa dibekali pengetahuan khususnya kesehatan reproduksi karena di masa inilah terjadi perkembangan reproduksi yang sangat mencolok, ya tau kan sekarang banyak banget kenakalan remaja di lingkungan sekitar, membekali mereka dengan pengetahuan memadai salah satu bentuk pencegahan terhadap hal-hal yang ga diinginkan. Heh, ini kok jadi kayak ceramah ya -_-
Sumber : Pinterest

Tulisan yang absurd ini ditulis dalam rangka merayakan 12 tahun sejak aku menarche (mendapatkan menstruasi pertama). Ya, memang nggak penting sih, beneran ini perayaan yang nggak penting banget. Selain aku, ada nggak sih yang ingat sama hal-hal yang beginian? Hehehehe. Plis, jangan anggap aku aneh ya, kadang suka lucu aja gitu ingat-ingat masa pubertas, jadi konyol sendiri. Saat masa anak-anak dulu, aku ingin cepat-cepat menjadi dewasa. Namun, menjadi dewasa itu tidaklah mudah ternyata, rasanya beban pikiran dan tanggung jawab ada di pundaknya semua. Ya, semoga kita bukan hanya dewasa dari segi usia, namun juga dari segi tingkah laku serta pemikiran lebih dewasa dalam menghadapi dunia yang semakin beragam ini.~

You Might Also Like

2 Comments